Rabu, 27 Februari 2008

Penggenap

Dulu aku sangat ingin menjadi seseorang yang bisa dipandang. Baik karena kedudukan, keuangan, atau juga karena kecantikan. Namun dua yang pertama nyaris tak dapat kurengkuh walau aku sudah membendung peluh. Lalu aku bersungguh-sungguh mengejar yang ketiga; kecantikan. Ternyata aku beruntung di bidang itu. Dengan kecantikan pula aku mendapatkan dua yang pertama; kedudukan dan gelimang keuangan. Aku boleh berbangga dengan hasil jerih itu. Aku juga harus berterima kasih atas kecantikan yang kumiliki. Kecantikanku itu pula yang telah membius 3.499 lelaki yang terbubuh dalam catatan bisuku. Sebenarnya, aku tak mau engkau menjadi penggenap. Tapi, mengapa engkau berjanji seperti bayi; mau tak mau harus ditepati?

0 komentar: