Engkau mungkin akan bertanya, bagaimana aku bisa menyebut angka yang ganjil itu dengan pasti. Sampai sejauh mana pula keabsahan angka 3.499 dan bagaimana kategori orang-orang yang berhak masuk ke dalam deret angka yang panjang itu. Adakah aku mengingat semua, atau separuh, atau seperdelapan, atau cukup beberapa orang saja, dengan baik dan jelas? Apakah aku pernah merekam mereka dalam memori hatiku yang sedari dulu kelam?
Perlu engkau tahu, aku mungkin tidak termasuk kategori akuntan yang akuntabel. Karena sampai hari ini, cita-citaku -yang salah satunya-- ingin menjadi akuntan, tidak kesampaian. Aku juga tidak menyukai pelajaran matematika ketika masih duduk di SMA dulu. Karena berhitung bagiku adalah pekerjaan yang melelahkan. Aku hanya bisa menghitung sampai beberapa angka dengan digit yang tidak panjang. Apalagi kalau harus sudah masuk ke rumus-rumus yang pelik, seperti algoritma dan bilangan berpangkat. Tapi, jujur saja, aku bisa menambah, mengali, mengurang, bahkan membagi dengan baik. Tidak seperti mereka yang suka menelanjangiku; bisa menambah, mengali, mengurang, tapi tak mampu (atau tak mau) membagi (ups... khusus untuk membagi, kepadaku mereka cukup menyenangkan kok... Tak mau membagi itu hanya bagi masyarakat miskin, seperti orang-orang di kampungmu).
Kembali ke soal akuntan, hitunganku kali ini sangat akuntabel. Karena aku sangat faham dan merekam siapa-siapa saja yang pernah singgah di ranjangku. Itulah, angkanya persis 3.499 orang. Dengan beragam tipe, beragam latar belakang, beragam gaya, dan tentu saja beragam bayaran. Tapi, maaf, angka itu tidak kumasukkan untuk yang berkelamin sama denganku... Engkau mau tahu, siapa saja yang 3.499 itu? Atau, orang-orang yang berjenis kelamin sama denganku yang tidak masuk hitungan itu?
Rabu, 27 Februari 2008
3.499
Diposting oleh
Saidul Tombang
di
07.05
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar