Seperti masa lalu, engkau semakin jauh. Pergi seperti peluru, tak pernah pulang seperti angin yang lalu. Di sini sepucuk rebung telah patah. Matahari yang Kau terbitkan di permukaan hatiku, kini sudah redup. Kelam sudah. Tiada masa depan selain kafan.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar